GEOPOLITIK INDIA

Oleh: Willy F. Sumakul

1. Pendahuluan 

India adalah suatu negara besar, dapat dikatakan  sub kontinen di benua Asia, karenanya merupakan kekuatan continental, namun disebabkan posisi geografisnya, akan memberikan pengaruh sangat besar, kalau tidak dikatakan sangat menentukan  di kawasan Lautan Hindia. Bagi India, Lautan Hindia merupakan wilayah lautan yang sangat vital bagi eksistensi negaranya, karena jalur transportasi penting (lifeline) berada di kawasan laut tersebut. Bahkan kemerdekaan India dalam arti luas  tergantung pada kebebasan memiliki akses ke wilayah lautan tersebut, oleh karena itu lebih jauh India percaya bahwa masalah keamanannya hanya dapat terjamin apabila mereka memperluas perimeter keamanannya yaitu meraih posisi yang berpengaruh kuat mencakup seluruh kawasan Lautan Hindia, dari Selat Hormuz  sampai ke Selat Malaka, dari pantai Timur Afrika sampai ke pantai barat Australia.

Tidak heran bila doktrin maritim Indiatetap diwarnai oleh apa yang pernah diungkapkan oleh almarhum PM Jawaharlal Nehru, “History has shown that what ever power controls the Indian Ocean has, in the first instance, India’s seaborne trade at her mercy and, in the second, India’s very independence itself”. Secara spesifikIndia menaruh perhatian khusus kepada dua kekuatan luar yang besar yaitu Amerika Serikat dan Cina. Khususnya denganCina,India tidak merasa nyaman dengan semakin meningkatnya kekuatan Angkatan Laut Cina di Lautan Hindia yang secara intens menghadirkan kapal-kapal perangnya di Teluk Benggala dan Laut Arab. Faktor lain yang dianggap perlu diwaspadai adalah kegiatan fundamentalis yang berbasis diPakistan, di mana kegiatan mereka banyak kali dilakukan di Lautan Hindia, sehingga dalam jangka panjang akan berpengaruh pada keseluruhan lingkungan keamanan di perairan itu.

Selanjutnya, kepentinganIndiadi kawasan lautan ini adalah energi (minyak dan gas bumi). Sekitar 70 % kebutuhan minyak dalam negeri diimport dari luar, dan diperkirakan akan meningkat menjadi 85 % pada tahun 2020. Karena itu taruhan energi minyak dan gas India di Lautan Hindia sangat besar, sehingga diperlukan pengamanan SLOC dan ladang-ladang minyak dan gas lepas pantai, serta perlindungan terhadap instalasi pengeboran di ZEE dan di laut dalam.

2. India Dan Negara-Negara Litoral Lautan Hindia 

Dalam upaya menggapai  pengaruh yang lebih besar di seluruh kawasan Lautan Hindia, terutama untuk mengamankan kepentingan ekonomi dan keamanannya, maka inisiatif strategik dan diplomatik yang  ditempuh India adalah membina hubungan yang lebih erat dengan negara-negara yang memiliki “pintu” masuk ke Lautan Hindia. Khususnya negara-negara dengan choke points seperti; Iran (Selat Hormuz), Djibouti dan Ereitrea (Selat Bab El Mandeb), Afrika Selatan dan Mozambik (Cape of Good Hope dan Mozambik Channel), Singapura , Thailand dan Indonesia (Selat Malaka). Di samping itu kebijakan near West terfokus pada negara tetangga dan sekitar Laut Arab yaituPakistan,Iran,Israel dan beberapa negara Afrika.

Hubungan India–Pakistan dewasa ini semakin membaik sejak tahun 2003, ketika Perdana Menteri India Ayal Bihari Vajpayee mengulurkan tangan persahabatan kePakistan, kemudian disusul dengan proses ke arah perdamaian. Tujuannya untuk menghindari timbulnya  konflik militer kedua negara, mengurangi tekanan di Kashmir dan yang paling penting adalah untuk memperoleh kebebasan bergerak yang lebih luas di Asia Selatan  dan regional pada umumnya.  Dengan kata lain bahwa peredaan ketegangan dengan Pakistan harus dilakukan untuk mengurangi hambatan bagiIndiamewujudkan ambisinya memperoleh hegemoni di Lautan Hindia.

Di Laut Arab, India boleh dibilang sukses mendekati Iran. Dalam pandangan Iran, India adalah mitra kuat yang dapat membantu Teheran menghindari upaya mengisolasi Irandari dunia internasional. Lagipula kerjasama ekonomi dengan India, sejalan dengan kebijakan ekonominya sendiri, khususnya peralihan perdagangan minyak dan gas Iranyang sekarang lebih banyak dengan negara-negara Asiadan berangsur-angsur mengurangi ketergantungan ekspornya kepada negara-negara Barat. Jelas bahwa hubungan baik dengan Iran karena faktor energi minyak dan gas, yang pada bulan Januari 2005 menandatangani persetujuan dengan National Iranian Oil Company untuk mengimpor  lima juta ton gas alam cair per tahun  selama jangka waktu 25 tahun.

Kedua negara juga sepakat untuk membangun proyek yang cukup ambisius yaitu pipa gas sepanjang 2700 km dariIrankeIndiamelewatiPakistan, direncanakan selesai tahun 2010. Hubungan antara India-Iran bukannya tanpa masalah,Irantentunya belum merasa nyaman menyangkut hubungan erat antaraIndiadanIsrael. Apalagi baru-baru iniIrantidak senang karenaIndiamendukung resolusi yang diajukan IAEA ke Dewan Keamanan PBB menyangkut isu senjata nuklir Iran.

Lebih jauh ke barat adalah hubungan denganIsrael. Sekalipun hubungan diplomatik baru dijalin sejak tahun 1992, namun kedua negara telah berhubungan baik secara tidak resmi sejak tahun 1980. Agaknya hubungan India–Israel lebih ditekankan pada hubungan pertahanan dan militer, di mana akhir-akhir ini pejabat militer kedua negara saling kunjung mengunjungi layaknya suatu persekutuan militer.Israeldewasa ini menjadi pemasok senjata terbesar kedua setelah Rusia keIndia, menjadikanIndiapasar peralatan pertahananIsraelterkemuka dan sekaligus mitra perdagangan kedua terbesar diAsiasetelah Jepang.

Di kawasan Barat Lautan Hindia, India telah menjalin hubungan militer dengan negara-negara Teluk (Gulf states) sejak tahun 2002 antara lain melakukan kerjasama melalui latihan bersama secara regular dengan Oman. Kerjasama pertahanan ditandatangani pada tahun 2003 yang mencakup ekspor-impor senjata, latihan militer dan koordinasi masalah-masalah keamanan khusus. India juga telah menandatangani apa yang disebut Framework Agreement for Economic Cooperation dengan  Gulf Cooperation Council (GCC) dalam masalah perdagangan bebas.

HubunganIndiadengan negara-negara pantai Afrika Timur, masih terbatas namun sedang dikembangkan. Negara-negara yang dianggap penting adalah di tanduk Afrika,Afrika Selatan,Tanzania,Mozambiquedan negara KepulauanMauritiusdanSeychelles. Afrika Selatan adalah satu-satunya negara yang mempunyai hubungan bilateral keamanan, di mana untuk pertama kalinya pada tahun 2004 Angkatan Udara India melakukan latihan bersama pertahanan udara dengan Afrika Selatan, yang latihan ini juga diikuti oleh Amerika Serikat, Jerman dan Inggris.

Latihan bersama Angkatan Laut juga telah dilakukan di pantai Timur Afrika pada bulan Juni 2005. Menyusul kunjungan Presiden India ke Tanzania pada tahun 2004, diadakan perjanjian di bidang militer, di mana personil militer Tanzania dapat belajar dan berlatih di India, demikian pula frekuensi kunjungan kapal-kapal perang India ke pelabuhan-pelabuhan di Tanzania semakin meningkat. Dengan negara-negara Kepulauan Mauritius dan Seychelles, India berkomitmen menjamin pertahanan, keamanan dan kedaulatan negara-negara tersebut. India juga sangat aktif meningkatkan hubungan baik dengan Maldives, ditandai dengan bantuan yang begitu besar ketika terjadi bencana tsunami pada Desember 2004.

3. Look East Policy 

Melengkapi orientasinya ke Barat, dewasa ini Indiajuga secara intens menjalin hubungan yang lebih erat dengan negara-negara di Teluk Benggala dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, sesuai kebijakan Look East. Dimulai dengan negara tetangga terdekat yaitu Sri Langka, yang pada tahun 2000 sepakat melakukan perdagangan bebas, terbukti telah meningkatkan duakali lipat nilai transaksi perdagangan kedua negara. Tambahan pula kedua negara bertetangga tersebut secara mantap menuju a Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) mencakup berbagai bidang pembangunan ekonomi termasuk infrastruktur yaitu jalan raya, pelabuhan laut dan udara serta eksplorasi minyak dan gas bumi.

Tidak  ketinggalan  kerjasama di bidang  pertahanan meliputi  pendidikan dan pelatihan personil militer Sri Lanka  di India, berbagi data intelejen, pemasokan peralatan pertahanan ke Kolombo, bantuan perbaikan kapal perang sampai pada latihan militer gabungan yang untuk pertama kalinya dilakukan pada tahun 2004 termasuk unsure-unsur Angkatan Laut. Namun satu hal yang perlu dicatat bahwa Indiamenolak permintaan Sri Langka untuk melakukan patroli bersama melawan pemberontak Tamil (Sea Tigers).

Hubungan Indiadengan tetangga terdekat yang lain, Bangladesh, ditandai dengan pasang surut karena berbagai  ganjalan klasik antara lain; imigran ilegal dari Bangladeshke India, masalah air sungai, belum ada penyelesaian tuntas. Namun  belakangan ini sudah ada perbaikan hubungan di mana kedua negara bersepakat  pada tahun 2005 membangun Eastern Corridor Pipeline yaitu pipa gas yang mengalirkan gas dari  Myanmar ke India melewati wilayah Bangladesh.

Kebijakan melihat ke Timur rupa-rupanya telah membuahkan hasil khususnya dengan negara-negara ASEAN. Sejak tahun 1996Indiatelah menjadi anggota dari ASEAN Regional Forum (ARF) sehingga telah menjadi mitra dialog penuh dengan negara-negara ASEAN. Pada tahun 2004Indiabersama sepuluh negara ASEAN menandatangani kesepahaman kerjasama di bidang perdamaian, ekonomi dan keamanan, termasuk di dalamnya memberantas terorisme internasional serta pencegahan terhadap penyebaran senjata pemusnah massal.

Di bidang ekonomi kedua belah pihak  berjanji meningkatkan perdagangan bebas, investasi, turisme serta bekomitmen menciptakan suatu kawasan perdagangan bebas menjelang tahun 2011 dengan  Brunai Darussalam,  Indonesia, Malaysia, Thailand dan Singapura, sedangkan dengan negara ASEAN lainnya pada tahun 2016. Namun perlu digarisbawahi dalam hubungan pertahananIndiamemiliki hubungan erat hanya dengan Myanmar,Thailand dan Singapura.

Fokus perhatian India di Asia Tenggara adalah untuk berkompetisi dengan Cina dan lebih spesifik lagi memiliki akses pada choke points tertentu serta alur-alur pelayaran penting yang kira-kira dapat digunakan untuk mencegah gerakan Cina ke Lautan Hindia. Hal itu pulalah yang menjadi tujuan utama India memperkuat pangkalan Angkatan Lautnya di Kepulauan Andaman dan Nicobar. Lebih jauh lagi, dari pangkalan tersebut memungkinkan India memproyeksikan kekuatannya ke Laut Cina Selatan.

4. Kesimpulan 

Dalam beberapa tahun belakangan iniIndiatelah menempatkan negaranya pada arah dan jalur untuk menggapai posisi berpengaruh di Lautan Hindia, karenanya berusaha meningkatkan dan memperkuat profilnya terutama dikalangan negara-negara litoral Lautan Hindia serta negara-negara ASEAN.  Kekuatan maritim khususnya kekuatan Angkatan Laut adalah kunci sukses bagi pencapaian kebijaksanaan politik, yang tentunya ditopang oleh kekuatan ekonomi yang kuat.

Visi maritimIndiaabad 21 mencakup wilayah dari TelukPersiasampai ke Selat Malaka. Hubungan dengan aktor-aktor penting dari luar seperti Amerika Serikat, Jepang, Israel, dan Perancis, semakin erat  merupakan faktor penting bagi India untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan perdagangannya. Harus diakui bagi sebagian besar negara-negara Asia Tenggara, langkah-langkah yang ditempuhIndiasaat ini belum banyak menarik perhatian. Umumnya perhatian tertuju pada Cina yang memiliki ambisi di Laut Cina Selatan. Padahal kebangkitanIndia, dengan sasaran menanamkan hegemoni di Lautan Hindia, pada gilirannya akan merubah tatanan geopolitik negara-negara kawasan, tidak terkecuali Asia Tenggara danIndonesia.

Kebijaksanaan politik Look East, rupa-rupanya dijalankan secara paralel antara bidang ekonomi dan pertahanan/militer. Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, pada tahun 2005, suatu gugus tugas kapal perang India berkunjung ke Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya, yang kita yakini sebagai bagian dari diplomasi Angkatan Laut India. Pembangunan kekuatan Angkatan Laut (baca: kapal perang) yang dibarengi dengan pengembangan pangkalan merupakan indikasi kuat akan niat pemerintah India mencapai kepentingan nasionalnya (di laut). Dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat dipastikan negara-negara Asia Tenggara akan berhadapan dengan tiga kekuatan besar yang saling berebut pengaruh di kawasan ini, yaitu Amerika Serikat, Cina dan India.

Dari kenyataan saat ini, hubungan pertahanan antara Indiadengan negara-negara ASEAN, yang terdekat hanya dengan Myanmar, Thailanddan Singapura. Pendekatan yang dilakukan kedua Angkatan Laut, TNI Angkatan Laut dan Indian Navy  melalui acara Navy to Navy Talks dan kegiatan lainnya, merupakan langkah strategis, yang diharapkan dapat dijadikan sarana untuk mempererat hubungan kedua Angkatan Laut serta membawa manfaat bagi hubungan  kedua negara pada umumnya.

Referensi:

1. Dr. Donald L. Berlin, ”India in the Indian Ocean”. Naval War College Review, Spring 2006.
2. South Asia Wikipedia, The Free Encyclopedia

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

2 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
soviant
soviant
3 years ago

sudah masuk sebagai anggota tapi msh blm bisa buka artikel secara utuh

2
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Share via
Copy link
Powered by Social Snap