ARTI PENTING DAN APLIKASI DATA HIDROGRAFI – OSEANOGRAFI DALAM PERANG LAUT MODERN

1. Pendahuluan

MendiangPresidenAS, Franklin D. Roosevelt pernah mengatakan bahwa Angkatan Laut yang baik bukanlah suatu bentuk provokasi menuju sebuah peperangan, namun merupakan jaminan yang pasti bagi suatu perdamaian. Namun demikian, kekuatan sebuah Angkatan Laut harus dibuat sedemikian rupa hingga memiliki kesiapan tempur yang prima bahkan di masa damai sekalipun. Berbeda dengan pertempuran-pertempuran laut yang terjadi di dalam perang dunia terdahulu, maka perang laut masa kini sangat dipengaruhi oleh tingkat penguasaan terhadap parameter kelautan di area pertempuran.

Kajian ini berusaha memberikan gambaran tentang aplikasi data hidrografi dan oseanografi dalam pertempuran laut modern. Dengan demikian, diharapkan pemahaman akan pentingnya pengumpulan data serta pengamanannya juga meningkat, sehingga kedaulatan dan keutuhanNegaraRIakan dapat dipertahankan dengan lebih baik oleh TNI Angkatan Laut bersama-sama dengan kekuatan pertahanan lainnya.

2. Aplikasi Data Hidros Bagi Pertempuran Atas Air

Sejak Perang Dunia II peperangan atas air tidak lagi didominasi oleh peran tunggal kapal atas air semata. Perubahan paling signifikan adalah pemanfaatan kekuatan udara berbasis kapal sebagai senjata pemukul jarak jauh yang efektif. Namun demikian, hal tersebut tidak membuat makna dari kekuatan tempur kapal atas air menjadi berkurang. Kapal-kapal perang masa kini juga dirancang untuk memiliki kekhususan dalam menghadapi suatu situasi dalam perang misalnya sebagai unsur Anti Kapal Selam (AKS), anti kapal permukaan, anti udara dan seterusnya. Hal tersebut di atas menciptakan kondisi di mana unsur kekuatan laut mesti bergerak dalam jumlah lebih dari satu dalam situasi perang terutama dengan kehadiran sebuah kapal induk (battle group). 

Tuntutan seperti yang disebutkan di atas menempatkan satuan tugas tersebut dalam suatu situasi yang mengharuskannya siaga setiap saat. Tingkat dari combat readiness akan sangat ditentukan oleh penguasaan medan (battlespace awareness) dari satuan tugas tersebut. Informasi pertama yang diperlukan adalah pemahaman data-data hidrografi daerah pertempuran. Dengan tersedianya data hidrografi daerah pertempuran yang akurat, seperti peta laut yang baik dan teliti, maka pengembangan taktik serta pengambilan keputusan dapat menjamin tercapainya keunggulan (battlespace dominance).

Aspek Oseanografi juga turut mempengaruhi penampilan suatu satuan tugas atas air modern. Parameter awal seperti angin, gelombang dan besarnya gaya gravitasi daerah pertempuran misalnya, mempengaruhi ketepatan penembakan. Bahkan rudal jenis fire and forget yang mutakhir sekalipun tidak kebal terhadap faktor eksternal yang mempengaruhi homing system-nya yang mengandalkan gelombang elektromagnetik, maupun sinar infra-merah seperti atmospheric noise dan spektrum sinar matahari yang dapat mempengaruhi propagasi gelombang elektromagnetik maupun sistim penuntun berbasis cahaya.

3. Aplikasi dalam Peperangan Bawah Air 

Dimensi peperangan laut masa kini juga tidak terbatas dalam suatu skenario di mana kapal atas air selalu akan berhadapan dengan musuh sejenis serta pesawat udara. Media lain yang mesti turut diperhitungkan adalah bawah permukaan atau bawah air. Kapal Selam adalah mesin perang yang amat ditakuti oleh kapal atas air yang termodern sekalipun.

Rentang konsep peperangan bawah air mencakup manuvra kekuatan sendiri untuk melawan kapal selam serta kemampuan untuk mengoperasikan kapal selam sendiri secara padu dengan satuan teman di permukaan dan udara.  Demi menjamin suatu operasi peperangan bawah air berjalan dengan sukses, data hidro-oseanografi mutlak diperlukan. 

Salah satu bentuk aplikasi data hidros yang digunakan oleh kapal selam adalah peta yang berbeda dengan peta dengan peta navigasi bagi kapal permukaan. Tentunya peta khusus kapal selam ini harus dibuat dengan ketelitian tinggi untuk mengoptimalkan kemampuan manuvra dan bernavigasi di bawah permukaan.

Di sisi lain, kemajuan dalam bidang deteksi bawah air dan sistem senjata Anti Kapal Selam (AKS) juga meningkat. Terlepas dari kemajuan itu, pemahaman akan parameter oseanografi daerah pertempuran yang akan menentukan keberhasilan pendeteksian dan penembakan senjata AKS. Data anomali magnet, salinitas, temperatur, tekanan, topografi dasar laut bahkan biologi laut diperlukan dalam anti submarine warfare. Sebagai contoh, data-data tersebut digunakan untuk mengetahui kedalaman thermal layer yang akan membiaskan gelombang akustik dari sensor pihak lawan sehingga dapat digunakan oleh kapal selam untuk menghindari deteksi. Sebaliknya, satuan AKS akan menggunakan data yang sama guna mendapatkan kedalaman ideal bagi probe akustik, seperti dipping sonar, agar dapat memperoleh hasil deteksi yang maksimal.

4. Aplikasi Data Hidros dalam Peperangan Ranjau

Ranjau merupakan salah satu senjata yang efektif dalam pertempuran laut modern karena daya ledaknya yang menghancurkan serta membawa efek psikologis pada satuan lawan.

Pada masa perang, unsur Kapal Ranjau dapat melakukan pembersihan suatu perairan, namun hal ini tentunya akan memakan waktu. Oleh sebab itu, pada masa damai, rute-rute khusus atau biasa disebut Q-route di luar SLOCs atau Sea Lines of Communication dapat dipersiapkan dengan memanfaatkan data hidros. Survei rute (route survey) ini tidak hanya dilakukan untuk memastikan suatu perairan bebas ranjau namun juga sekaligus mengumpulkan data lainnya seperti topografi dan karakteristik dasar laut serta anomali kemagnetan. Perairan yang dipilih untuk menjadi rute khusus tersebut pada akhirnya merupakan perairan yang akan digunakan dalam situasi perang, dan apabila dipasangi ranjau oleh pihak lawan akan mudah dideteksi dalam suatu operasi pembersihan oleh unsur kapal ranjau kawan, karena karakteristik dasar lautnya telah dipilih.

5. Aplikasi Data Hidros pada Operasi Amfibi

Sebuah contoh paling konkrit mengenai pentingnya data hidros dalam suatu operasi amfibi adalah pendaratan pasukan AS di Tarawa,                    20 Nopember 1943. Terlepas dari kenyataan bahwa data intelijen yang dikumpulkan oleh pihak AS sangat baik, serta kesiapan tempur satuan yang mendarat, yakni Divisi Marinir II AS yang tidak perlu diragukan lagi, namun sejarah mencatat bahwa hasil akhir operasi pendaratan diTarawasangat mengenaskan. Walaupun pada akhirnya atol tersebut dapat direbut, namun korban yang jatuh terlalu banyak.

Hasil evaluasi kemudian menyatakan dengan tegas, bahwa kelalaian memperhitungkan pasang surut pada Jam-J pendaratan merupakan factor penyebab paling dominan dari malapetaka tersebut. Pengalaman di Tarawa memberikan andil dalam perubahan visi dalam penyusunan operasi-operasi amfibi yang dilakukan AS selanjutnya.

Data hidros yang dibutuhkan dalam perencanaan operasi amfibi antara lain gradien pantai, karakteristik ombak, pasang surut, cuaca atau meteorologi maritim serta kondisi daerah belakang pantai seperti morfologi, bahkan keadaan demografi atau kondisi masyarakat di daerah pendaratan. Data-data tersebut merupakan data yang dihasilkan dalam suatu kegiatan survei hidrografi dan dapat dituangkan ke dalam peta khusus pantai pendaratan maupun Peta Tempur Gabungan. 

6. Aplikasi Bagi Kegiatan lain

Selain jenis peperangan di atas, data hidros dapat di aplikasikan dalam operasi-operasi lain yang dilakukan oleh Angkatan Laut, misalnya dalam konsep perang elektronika, operasi bhakti masyarakat, perlindungan lingkungan laut, keamanan laut dan lain-lain.

Beberapa contoh aplikasi ini misalnya: penelitian tentang biologi laut seperti noise yang dihasilkan oleh beberapa jenis ikan tertentu yang dapat melengkapi basis data sensor bawah air dalam konteks ELINT (Electronic Intelligence); studi lingkungan laut bagi pengembangan desa pesisir dalam rangka pemberdayaan masyarakat pantai dan nelayan; pelacakan sumber polusi baik dari limbah pabrik di pantai dan kapal bahkan yang sengaja dibuang ke laut; bahkan dalam konteks lingkungan hidup dapat diperhitungkan model aliran air dalam mengatasi insiden oil spill serta kejahatan lingkungan (eco-crime). Hal ini sesuai dengan rekomendasi Komisi Independen untuk Lautan Dunia (IWCO, 1999) bahwa peran Angkatan Laut di masa akan datang perlu di-reorientasikan kepada tugas-tugas yang menyangkut pengawasan lingkungan.

7. Kemampuan Dishiros TNI Angkatan Laut 

Dari beberapa hal yang diuraikan di atas, dapat dipahami suatu pesan tentang arti penting data hidrografi dan oseanografi bagi kepentingan operasional Angkatan Laut. Dengan kemajuan teknologi, kegiatan survei pemetaan dan penelitian dapat dilakukan dengan lebih teliti dan akurat. Beberapa di antara sistem terbaru di dalam lingkup pekerjaan hidrografi adalah multibeam echosounder (MBES), laser airborne depth sounder (LADS), GPS geodetik yang dapat menghasilkan posisi dengan ketelitian sub-centimeter serta sistem DGPS dan GPS Kinematik. Di dalam bidang oseanografi terdapat peralatan current meter, wave recorder, automatic tide gauge, sensor CTD, XBT, SVP, ADCP, hingga system telemetry link yang dapat mengirimkan data-data di atas secara real time. 

TNI Angkatan Laut memiliki sebagian instrumen tersebut di atas sementara beberapa di antaranya dimiliki instansi lain, namun dapat bekerja sama untuk digunakan Dishidros TNI AL. Dengan tersedianya sistem peralatan dan sumber daya manusia yang dapat diandalkan, TNI Angkatan Laut dapat memanfaatkan masa damai seperti saat ini untuk menghimpun data sebanyak-banyaknya. Kondisi sekarang ini, walaupun banyak kegiatan survei yang telah dilaksanakan, namun kegiatan pengumpulan data dari penelitian oseanografi belum dilakukan secara maksimal terutama untuk kepentingan militer. 

Konsep data digital yang dituangkan ke atas peta kertas dan Electronic Navigational Chart (ENC) serta ditampilkan oleh Electronic Chart Display and Information System (ECDIS) juga dapat dikembangkan kepada aspek militer, di mana peta bagi kapal perang memiliki lebih banyak informasi yang mengandung aspek hidrografi dan oseanografi taktis. Hal ini dapat diaplikasikan dengan cara memproduksi peta laut multi layer, di mana selain informasi navigasi biasa sebagaimana peta laut konvensional, peta laut militer memiliki lembar tambahan yang transparan yang berisi data anomali magnet, CTD, profil kecepatan suara dan lain-lain. Hal ini akan lebih baik lagi bila dapat ditampilkan dalam ECDIS khusus Militer yang dikenal dengan system Military ECDIS (M-ECDIS) atau Warship ECDIS (W-ECDIS).

Namun demikian, terlepas dari kedudukan Dishidros sebagai institusi TNI AL yang mengemban fungsi hidrografi militer, patut disadari pula bahwa Dishidros berdasarkan Keputusan Presiden nomor 164 Tahun 1960, juga merupakan lembaga hidrografi yang mengemban fungsi pelayanan publik baik bagi kepentingan keselamatan pelayaran maupun penyedia data kelautan bagi program pembangunan nasional sektor kelautan. Hal ini tentunya tidak mengurangi peran TNI Angkatan Laut sebagai induk organisasi, tetapi sebaliknya merupakan peluang untuk memberikan sumbangan dharma bhakti TNI Angkatan Laut kepada bangsa dan negara dalam mendukung pembangunan nasional. Hal ini sesuai dengan penjabaran formulasi tugas pokok TNI Angkatan Laut dalam menegakkan kedaulatan dan hukum demi tetap tegaknya NKRI.

8. Penutup

Data hidrografi dan oseanografi memiliki makna penting bagi taktik, operasional dan strategi Angkatan Laut. Dishidros merupakan institusi yang memiliki tugas untuk melaksanakan survei pemetaan dan penelitian kelautan dalam rangka pengumpulan data-data tersebut di atas. Sampai dengan saat ini dapat dikatakan bahwa data hidrografi dan oseanografi belum dimanfaatkan dengan optimal bagi kepentingan pertahanan atau militer. Oleh sebab itu perlu pemahaman lebih baik, khususnya satuan-satuan operasional di lingkungan TNI AL seperti Armada RI sebagai pengguna dan client utama, serta Dishidros sendiri sebagai penyedia data.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang peran data hidro-oseanografi dalam peperangan laut modern, diharapkan akan dapat menumbuhkan sikap penghargaan terhadap data-data yang telah dan akan dikumpulkan yang kemudian kelak akan memberikan peningkatan kemampuan TNI Anagkatan Laut secara keseluruhan.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Share via
Copy link
Powered by Social Snap